Transparansi Data

Metodologi Data

Data yang ClawIndo publikasikan dimaksudkan untuk membantu praktisi, founder, dan pengambil keputusan memahami pasar Indonesia. Halaman ini menjelaskan dari mana datanya, bagaimana kami memvalidasi, dan keterbatasannya.

Prinsip Kami

  • Transparan. Setiap angka punya sumber yang bisa dilacak — BPS, KemenKopUKM, atau estimasi internal yang ditandai jelas.
  • Akui keterbatasan. Tidak ada dataset yang sempurna. Kami sebutkan apa yang data tidak bisa beritahu.
  • Sitasi sumber. Setiap halaman data dan visualisasi mencantumkan sumber dan tanggal pengambilan data.
  • Bukan vendor pitch. Data ini netral — bukan untuk menjual produk vendor tertentu.

Sumber Data

SumberCakupanUpdate TerakhirFrekuensiLisensi
BPS Sakernas Agustus 2024Ketenagakerjaan 17 sektor, jumlah pekerja, upah median, status pekerjaan formal/informalAgustus 2024TahunanPublik (BPS open data)
BPS Susenas 2023–2024Tingkat kemiskinan per provinsi, indikator kesejahteraan rumah tangga2024TahunanPublik (BPS open data)
BPS Neraca Nasional Q3 2024PDB nominal & riil per sektor, kontribusi & pertumbuhan sektoralQ3 2024KuartalanPublik (BPS open data)
Kementerian UMKM / SIDT-UMKM Des 2024Jumlah UMKM per sektor, klasifikasi mikro/kecil/menengah, distribusi geografisDesember 2024BerkalaPublik (KemenKopUKM)
ClawIndo Intelligence EstimatesSkor AI readiness, digital adoption per sektor, klasifikasi pekerjaan techApril 2026Estimasi kualitatifClawIndo internal — boleh dikutip dengan attribusi

Metodologi Skor AI

Skor AI readiness dan digital adoption yang ClawIndo terbitkan adalah estimasi kualitatif berdasarkan kombinasi:

  • Distribusi pekerjaan formal/informal dari Sakernas (sektor formal lebih siap di-otomasi).
  • Tingkat upah median (sektor upah tinggi cenderung punya tooling digital lebih matang).
  • Karakteristik task dominan: repetitive vs craft-based, document-heavy vs in-person.
  • Observasi praktisi: studi kasus klien yang sudah menjalankan AI agent di production di Indonesia & regional.

Skor ini bukan riset akademik dengan p-value — ini adalah panduan praktis. Kami akan terbuka soal perubahan metodologi setiap kali kami merevisi.

Keterbatasan Data

  • BPS Sakernas adalah sampel rumah tangga — bisa kurang akurat untuk sektor sangat informal seperti gig workers atau pekerja platform digital.
  • Data UMKM dari KemenKopUKM mengandalkan registrasi mandiri — banyak UMKM mikro yang belum tercatat.
  • PDB sektoral menggunakan klasifikasi KBLI yang tidak selalu match dengan kategori "AI use case" modern.
  • Estimasi internal ClawIndo dapat berubah seiring observasi pasar — kami akan revisi dan transparan tentang revisi tersebut.

Kebijakan Pembaruan

  • Sakernas dan Susenas direvisi tahunan — kami update saat rilis BPS terbaru tersedia.
  • Neraca Nasional direvisi kuartalan.
  • Estimasi AI readiness ditinjau ulang setiap kuartal atau saat ada riset/data baru yang signifikan.
  • Setiap halaman data mencantumkan tanggal "data per…" sehingga pembaca tahu kesegarannya.

Hubungi Kami

Punya koreksi data, sumber tambahan, atau ingin kolaborasi riset? Kami terbuka untuk feedback.

methodology@clawindo.com